Side seeing new delhi

Posted on 22 February 2009. Filed under: Curhat, Lain-lain | Tags: , , |

 

Hmmm.. skarang jadi ngga bisa tiap hari kirim cerita kesini karena internet yang cepat di hotel sudah harus berebut dengan peserta dari negara lain. 

Pas hari jumat kemarin kita coba jalan ke kedutaan RI di sini. Ternyata kalau berkunjung kenegara orang tuh kita wajib lapor sebagai bukti kalau sudah sampai di negara tujuan.. hehehe.. baru tahu aku. Awalnya sih agak males buat jalan kesini karena pas malamnya aku susah banget bubuk dan baru bisa bubuk jam 3 pagian waktu sini. Dikedutaan kebetulan ketemu ama pak Satriyo Pringgondani (namanya kayak gatotkaca yah.. :P) yang menjabat sebagai sekretaris ketiga yang mengurusi masalah informasi dan sosial budaya disini. PAs ketemu itu kita ceritakan bahwa sampai saat itu (hari jumat pagi) kita belum menerima uang penggantian buat tiket dan uang allowence yang tadinya dijanjikan bahwa sesampai kita disini dan terdaftar sebagai peserta training akan segera dikasih. Beliau menyarankan kita untuk sedikit memaksa (karena menurut beliau orang sini harus agak dikasari.. hehee) dengan mengatakan kalau tidak segera dikasih akan kita laporkan ke kedutaan biar kedutaan akan memproses pelaporan selanjutnya.😛 Keras juga beliau.. hehehe… 

Disitu kita sempatkan makan makanan indonesia (cuman mie ayam sih.. tapi beneran lho.. rasanya rasa indonesia) dan ternyata dibayarin ama pak satriyo ini .. hehehe.. Disitu kita juga sempatkan sholat jumat yang mulai jam 01.30. Habis itu kita pulang deh.. tetapi sebelum pulang kita sempatkan foto-foto didepan kedutaan.. nih lihat deh hasil e.. hehehe..

Nah… hari sabtunya itu kita diajak ama panitia buat jalan-jalan mengelilingi beberapa tempat di new delhi ini. Tujuan pertama kita adalah Jama Masjid atau Masjid-I-Jahan Numa yang didirikan oleh Emperor Shah Jahan yang juga membangun Taj Mahal. Masjid ini adalah masjid terbesar di india yang selesai dibagun pada tahun 1656 AD dan hanya dipakai oleh umat pada hari jumat untuk shalat jumat. Masjid ini bisa menampung jamaah sebanyak kurang lebih 25 ribu orang. Memang benar masjid yang sangat besar. Tetapi sayangnya menurut akoe kebesarannya ini tidak diikuti oleh pengelolaan yang baik karena setelah kita masuk kita akan melihat banyak sekali burung dara disitu dan lantainya sangat-sangat kotor ama kotoran burung. Sayangnya dimasjid inipun kita tidak bebas untuk berfoto-foto karena penjaganya sangat galak dan kasar dan kita diwajibkan membayar 200 rupee (sekitar 60 ribu rupiahan..) untuk satu kamera… Gila.. tiap satu kameraa…. Tetapi wlaau gitu tetap.. akoe curi-curi foto juga .. tetapi hanya memakai HP.. hehehe.. 

Dari masjid ini kita lanjutkan jalan ke Red Fort atau benteng merah yang letaknya berdekatan dengan masjid ini. Redfort ini juga dibangun ama raja yang sama. Redfort ini dibangun untuk karena ibukota kerajaan berpindah dari Agra (yang ada Taj Mahal – nya) ke Delhi. Yah.. namanya redfort yang tentunya berwarna merah karena bahan dasar dindingnya dari batuan keras yang berwarna merah. Memang hebat raja yang satu ini. Membangun bagunan sebesar ini dan semegah ini pada jaman dulu kala. Dari benteng ini akoe bisa ambil pelajaran tentang kebesaran ALLAH dan kepintaran umat ciptaannya. sampai saat kita kunjungi, benteng ini masih dijaga oleh penjaga yang kayaknya tidak main-main dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dilihat dari sikapnya dan senjata yang disandangnya.. rata-rata senjata AK 47 dan senjata laras panjang yang lain. Pada bagian dalam benteng ada beberapa bangunan yang rata-rata terbuat dari marmer keseluruhan, bahkan ada bagian yang ada ukiran-ukiran dan ukiran tersebut dibuat dengan menancapkan emas dan perak pada batu marmer. Gilaaa… emas sebanyak itu booo…. sekaya apa yah raja saat itu sampai punya emas segitu banyak?… Walaupun kelihatan lebih terawat dibanding jama masjid, tapi sudah ada beberapa bagian yang kelihatan rusak agak parah dan direnovasi… BTW.. yah cukup baguslah buat sedikit melepas stress setelah tiap hari melihat sisi gelap dari new delhi.. hehehe…

Kunjugan ketiga dilakukan ke makan mahatma gandhi yang dibuat dari pualam hitam pada temt di dikremasi pada tanggal 31 Januari 1948. Makam ini cukup luas dengan pemandangan yang.. lumayan.. dibandingkan pemandangan di karol bagh (tempat kita tinggal) Tidak banyak yang bisa diceritakan disini…. tetapi disinilah kita dapat makan siang yang berupa burger dari Mc Donald.. dengan jumlah yang banyak sekali… ada 1 kardus besar yang berisi mungkin sekitar 100 an biji burger yang dibagikan buat temen 1 bus… 1 orang bisa sampai dapat 3-5 an burger.. hehehe…

Setelah itu kita ke India Gate yaitu monumen peringatan yang dibangun Edwin Lutyens untuk memperingati prajurit yang meninggal pada perang dunia pertama dan perang afganistan yang peletakan batu pertamanya pada tanggal 10 Februari 1921 dan selesai 1931. Disini kita hanya punya waktu 30 menit doang.. tetapi akoe kira cukuplah.. karena memang tidak ada hal yang menarik disini.. hanya banyak orang kumpul-kumpul aja karena letaknya memang pas ditengah kota new delhi. Cuman seperti kebanyakan tempat lain disini.. disini ternyata banya juga homeless people yang berkeliaran. Hal yang menarik yang bisa aku lihat adalah ternyata cara orang mencari rejeki itu bermacam-macam.. hehehe.. ada yang menjala ikan ditengah keramaian, ada pengemis, ada orang yang menawarkan keahlihannya menggambar semacam tato sementara (biasanya dipakai cewek india pas mau nikah… hmm.. apaan yah namanya.. pacar gitu yah kalau ngga salah?), bahkan ada ibu-ibu yang  mengasih tiap pengunjung yang mau dengan cetakan bendera india dan disematkan di dada masing-masing kemudian memungut biaya dari situ.. hehehe.. aneh deh pokok e…

 

Sehabis dari sini perjalanan agak jauh karena memasuki luar kota yaitu ke Lotus Temple.. yaitu kuil yang bentuknya seperti bunga lotus (teratai). Pengunjung kuil ini banyaaaaaaak skali sehingga kita harus antri dan berdesak-desakan, padahal sih ngga ada yang terlalu istimewa disini. Hanya bentuknya aja yang agak aneh karena seperti bunga teratai itu. Selebihnya.. hanya seperti monumen jogja kembali.. bahkan mungkin dalamnya lebih bagus monumem jogja kembali jaman dahulu pas habis dibagun… hehehe..

Terakhir kita berkunjung ke Iskcon Temple. Di kuil yang memuja Krisna ini ada beberapa patung dan semacam persembahyangan buat dewa mereka… ngga tahu deh. mungkin dewa krisna atau apa yah… sebab udah kecapaian sih.. jadi udah males ngikuti jalannya tour ini… dan kebetulan sekali batere kamera juga udah habis.. jadi ngga bisa banyak memotret disini…

Hmm… gitulah jalan-jalan dan beberapa yang aku lakukan kemaren. Satu hal yang patut akoe petik adalah :

1.Ternyata masih ada tempat yang bersih di new delhi.. hehehehe..

2. Disini penjagaan tiap masuk ke lokasi wisata amat ketat, dan tidak ada model colong-colongan macam negeri kita… hehehe.. mungkin itu patut dicontoh…

3. Hal-hal remeh kalau dirawat akan bisa menarik pengunjung yang banyak sehingga menghasilkan devisa bagi negara. 

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Siapa sih ini ?

  • Kategori

  • Masa Lalu

  • Follow me…

  • Apaan nih ?

  • Yang tersesat

    • 99,128 orang
  • Paling menyesatkan

    • Almanak

      February 2009
      M T W T F S S
      « Dec   Mar »
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      232425262728  

    Liked it here?
    Why not try sites on the blogroll...

    %d bloggers like this: